Jumat, 10 April 2015

Salah satu memori masa kuliah

Jadi ceritanya saya terbangun di tengah malam, dan daripada menlanjutkan tidur saya putuskan untuk bangun, karena waktu fajar yang sudah dekat dapripada nanti kebablasan (seperti biasanya). Sambil mengngat ingat, ada satu muhasabah yang saya coba posting disini yaitu tentag perilaku buruk saya di masa kuliah (jadi bukak aib).


Kala itu saya lagi browsing foto foto lawas di facevook dan melihat lihat foto foto lawas, diantara foto tersebut saya menemukan satu foto yang unik mengenai hal teknis di dunia perkuliahan yang sebetulnya tidak teknis.

Foto diatas menunjukkan inputan data pegawai punya salah satu lembaga plat merah di negeri ini, ceritanya teman saya itu diberi amanah sebagai operator pada waktu itu (lebih jelas bisa tanya langsung kepada ybs).

Pada foto tersebut terdapat puluhan komentar dan saya tergelitik ketika membaca komentar saya sendiri.
akhirnya ketahuan siapa aktornya
Dari satu cuplikan komentar diatas saya menyadari betapa sebegitunya polah tingkah saya kala itu, yang merasa dirinya pintar padahal ilmunya hanya bagai setetes air di samudra. Teringat jaman dulu ketika saya aktif di salah satu komunitas pecinta teknologi saya pernah diingatkan oleh salah satu mentor saya (saat kuliah) mengenai perilaku saya, sungguh terlalu.

Ya pokoknya yang berlalu, ya sudah berlalu tidak bisa diulang kembali, yang penting ke depan dapat menjadi pelajaran dan khasanah keilmuan agama untuk memperbaiki perilaku agar menjadi lebih baik di mata Allah.



Minggu, 05 April 2015

Percaya Qodho dan Qadhar

Saya adalah seorang yang berakidah muslim, dan pada agama saya diperintah untuk percaya sama yang namanya Qodho dan Qadar, apakah itu ?. Saya mengambil referensi dari blog sebelah,Qodho adalah ketetapan, ketentuan atau rencana yang datang dari Tuhan sedangkan qadar adalah kejadian yang terjadi. Jadi intinya adalah segala seuatu yang akan terjadi dan yang telah terjadi datangnya dari Tuhan, dari segala sesuatu yang sebelum terjadi manusia diberi sedikit wewenang untuk menentukan qodho maupun qodarnya. Hal ini juga berhubungan dengan Lauh Mahfuzh, ya pokoknya itu lah :).

Intinya malam malam seperti (Sekitar pukul 1 malam) ini saya dapat bahan perenungan dari pengetahuan yang bersumber buku pedoman saya bahwa sesungguhnya apa yang telah dan akan kita lakukan sebearnya kita sendiri sudah tahu, yang tercatat di dalam buku besar yang bernama Lauh Mahfuzh, tapi jangan diibaratkan sebagai buku raksasa yang melayang seperti di film film, itu hanya perumpamaan karna sesunggunya saya juga tidak tahu seperti apa wujudnya.

Back to the point, saya merenung kebelakang mengenani kehidupan saya, saya sekolah dimana, kuliah dimana, tinggal dimana dan mempunyai ketertarikan bidang apa dan segala apapun ini tidak terlepas dari rencana tuhan dan saya pribadi, jadi perumpamaannya begini, S - saya, T - tuhan.

Ketika sebelum roh dimasukkan ke dalam jasad
T : wahai anak adam siapa aku
S : Engkau adalah Tuhan semesta alam

Kebanyakan ustad cerita dipotong sampai segini, guru sd - smp saya dulu juga cerita sampai ini , padahal ada terusannya

T : oke sekarang kamu akan menjadi ini..., dengan jenis kelamin ini lahir dari keluarga ini terus kamu sekarang ingin jadi apa pilih sendiri
S : saya ingin begini begini..., ingin jadi ahli teknologi, ingin sejahtera bla bla bla nanti saya ingin hidup seperti ini dll....

Disitu terjadi negoisasi dengan tuhan tentang urusan segala sesuatu di dunia ini sampai pada akhirnya roh saya dimasukkan ke dalam tubuh yang saya diami saat ini dan Allah menghapus segala memori tentang segala sesatu hal dalam negoisasi itu.

Kesimpulannya sekarang saya ingin pasrah kepada Tuhan saya Tuhan Yang Maha Esa yang Dia Menyebutnya Allah, tapi ya dengan berusaha, bukankah pasrah adalah pilihan terakhir manusia ketika dia bermesraan dengan Tuhannya, dan ketika orang tersebut pasrah maka Tuhan akan Memuaskannya dengan menuruti apa yang hambanya minta

Terakhir. karena sesunggunya dalam akidah keislaman dapat dipelajari secara kompleks maupun sederhana sesuai dengan tingkat kemampuan para pelakunya namun tingkat kemampuan ini juga dapat diupgrade, jadi ingatlah untuk apa berada di dunia ini dan dari siapa anda berasal dan akan kemana pula anda di kemudian hari,... itu...!!

Sabtu, 04 April 2015

Hidup Dari Uang Syukur

Singkatnya ada tiga gologan penghasilan yang terjadi pada kondisi saat ini, yang pertama adalah kondisi penghasilan dari bertransaksi, yang kedia adalah penghasilan dari kebutuhan yang mendesak yang terakhir adalah pengasilan dari rasa syukur

Penghasilan dari kegiatan bertransaksi adalah penghasilan dari kegiatan yang secara umum dilakukan oleh manusia seperti berdagang, membeli makanan / sembako, penjualan jasa dan berbagai sektor yang menyebabkan terjadinya aliran perekonomian, terkadang golongan pertama ini menggunakan prinsip ekonomi dari barat yaitu mencari keuntungan sebesar besarnya dengan usaha sekecil kecilnya.

Golongan yang kedua adalah penghasilan atau perputaran keuangan dari adanya kebutuhan, maka seseorang akan cenderung memasang harga tinggi untuk menjual barang yang biasanya bersifat langka dan orang membutuhkan atau sebaliknya orang menjual dengan harga rendah karena terdesak pada suatu kondisi misal istri melahirkan dll, pada golongan ini biasanya ada sedikit paksaan atau ketidak relaan pada salah satu dari pelakunya.

Golongan ketiga adalah kegiatan bertransaksi atas keikhlasan atau rasa bersyukur, biasanya para pelaku akan merasa ikhlas antar satu sama lain, dan ukuran dari kegiatan ini bukanlah materialisme atau dengan kata lain tidak harus dengan uang tapi lebih dari itu, dan dijaman sekarang sangat sulit untuk bertahan hidup dengan cara ketiga ini, tapi jika anda melakukan hal yang ketiga ini dipastikan anda mendapatkan kemuliaan di sisi Tuhan.