Tampilkan postingan dengan label Deeper Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deeper Heart. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2016

Hari Jumat Untuk Bermuhasabah

Muhasabah ?, apa itu muhasabah, ma adra kama muhasabah, wa ma adra kama muhasabah, muhasabah berarti menghitung dari akar kata hisab, muhasabah bisa juga disebut behitung atau itung itungan dalam bahasa jawa, mengapa perlu menghitung perlu menghitung adalah ya untuk menghitung bukan untuk memasak, ya pokoknya begitu saja, lakukan saja gak usah kebanyakan tanya, kalau gak mau menghitung ya sudah gak usah dihitung gitu aja kok repot.
Okeh..., ini saya jarang nulis jadi ketika nulis disini kata kata yang terpendam di dalam otak seakan meluap luap tidak karuan dan malah menjadi sesuatu hal yang off the topic, salah satu yang akan saya bahasa adalah mengenai kata, arti kata, makna kata, baik secara bahasa indonesia atau transliterasi arab indonesia atau apapun itu, karena memang kita sudah tidak tahu bedanya insha allah, insya allah, asalamu'alaikum dan asalamu'alaykum.
Satu hal yang saya temukan beberapa hari kemarin adalah arti dari salah satu do'a yang biasa dicapkan oleh saudara-saudara muslim saya yang berbunyi rabbanaghfirlana waliwalidaiyya warhamhumma kama rabbayani shagira, yang diartikan sebagai wahai tuhanku ampunilah dosa kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangi ku di waktu kecil, disini saya mengambil satu perbedaan kecul pada kata rabbayani yang diartikan menyayangi, kalau saya boleh mengartikan rabbayani berasal dari kata ra' dan ba' yang kalau to point menurut saya artinya mengasuh meskipun jika diterapkan intinya sama yaitu menyanyangi, ya memang mengasuh itu dengan menyayangi tapi memang pada kebanyakan orang di sekitar saya masih menyamakan hal hal detail seperti ini, yang memang beda dalam cakupan luas dan cakupan kedalaman antara menyayangi dan mengasuh, ya pokoknya begitulah kalau mau diteruskan nanti saya malah membahas kata dan tidak membahas muhasabah sama sekali.
Kembali ke muhasabah karena ini merupakan blog personal, jadi tidak dilarang untuk cerita sedikit pengalaman pengalaman personal yang saya lihat dari sudut pandang yang berbeda dari cerita cerita yang saya coba untuk diambil hikmahnya dari kejadian buruk ataupun kejadian baik.
Jadi dalam waktu satu minggu manusia diberi waktu dan hari yang sama yang sebenarnya tidak ada yang dinamakan waktu, hari dan minggu, bulan atau bahkan tahun karena itu cuman kesepakatan manusia, tapi karena sudah terlanjur ada ya sudah kita ikuti saja, nanti kapan kapan saya pingin nulis tentang satuan yang dinamakan waktu, sebenarnya waktu itu apa. Kembali selama seminggu tadi terdapat tujuh hari dalam satu periode dimana memang ada saat saat dimana kita harus pause sejenak dalam hidup untuk mencoba mereview apa yang telah kita kerjakan selama 6 hari kedepan, dan hari tersebut saya rasa sangat cocok dilakukan pada hari jumat entah kenapa tapi memang rasanya seperti itu.
Selama seminggu ini saya sendiri mencoba hidup lebih enak dalam tanda kutip dengan cara pulkam alias kembali ke tempat dimana saya dibesarkan, tentu saya di rumah orang tua, kalau kata orang di kampung halaman, meskipun saya juga tidak merantau atau pergi ke tempat yang jauh jauh amat, ya mungkin beberapa waktu lagi saya akan merantau untuk pergi ke tempat yang sedikit lebih jauh karena memang rasa rasanya perjalanan saya untuk mengarungi panggung selanjutnya  / "next stage" dalam kehidupan akan segera tiba, mengingat baanyak dari teman teman saya yang sudah berlayar dengan bahtera rumah tangganya masing masing yang menandakan usia sudah tidak muda lagi dan rasanya kok peristiwa tersebut sebentar lagi akan tiba pada saya yang mendapat giliran, kira kira satu tahun lagi, ya saya tidak tahu tuhan yang menentukan, yang saya lakukan hanya berusaha dengan tidak melanggar batas batas pagar yang entah memang sudah dari sananya atau pagar tersebut saya buat sendiri, ya yang jelas seperti itu, saya tidak tahu, ya saya pede saja, geer saja.
Untuk melangkah ke jenjang selanjutnya di dalam kehidupan tentu saja saya membawa bekal tersendiri baik skill teknis ataupun non teknis, yang sudah pernah saya ceritakan pada post post sebelumnya tentang kemampuan teknis yaitu lebih mengasah kembali dan belajar terkait hal teknis yang benar benar teknis seperti pemgrograman jaringan dan lain lain, terlebih pada pemrograman karena dalam banyangan saya bidang ini dan satu bahasa pemrograman tertentu berpeluang untuk bisa membuat saya bertahan ketika tidak tinggal bersama orang tua lagi nantinya.
Maka beberapa hari terakhir ini saya lumayan mendapatkan hasil dari apa yang saya pelajari meskipun sehari harinya kegiatan belajar saya itu sempat terkalahkan oleh hal hal lain yang tidak bisa disebutkan ya kegiatan sehari hari lah, seperti sibuk makan dan segala macam, memang untuk belajar itu dibutuhkan satu hal mendasar yang sangat kuat, motivasinya harus kuat tapi belajar apapun di bidang teknologi informasi itu keliahatannya sia sia karena perkembangan bidang ini yang begitu cepat sehingga untuk dapat bertahan pada bidang ini diperlukan belajar tanpa akhir yang rasanya tidak semudah yang diucapkan, saya tidak tahu sampai berapa lama saya berada di bidang ini, tapi tidak ada yang sia sia segala sesuatu yang telah kita lalui di kehidupan ini, yang penting asal tuhan tidak marah itu cukup.
sampai beberapa paragraf saya kira muhasabah kali ini saya akhiri sampai disini meskipun secara riil ada beberapa hal seperti rencana rencana dan planning planning yang saya tempuh yang tidak wajib saya lontarkan untuk selalu ditulis, kalau semua harus ditulis apa bedanya saya dan orang orang di sosial media itu, karena saya dulu sudah pernah berlaku seperti itu, hahaha,... akhir cerita saya mendapat satu kesadaran memang sebuah panjatan do'a yang kita panjatkan kepada tuhan akan terlaksana di waktu, momentum,peristiwa yang tepat sesuai dengan skenario yang tuhan berikan untuk kita bukan atas kemauan yang kita inginkan karena sesunggunya apa yang kita anggap baik belum tentu baik bagi kita begitupun sebaliknya.

-end -


Selasa, 29 Maret 2016

Arus Keterasingan

Bagi saya terasing bukanlah hal yang asing, karena terkadang saya juga menjalani hidup yang saya kategorikan sebagai terasing. Entah mulai kapan hal ini saya awali, mulai smp atau sma atau mungkin sudah sangat lama sekali bahkan ketika dalam masa kanak kanak saya tidak tahu. Kehidupan yang serba mandiri atau mungkin bisa saya katakan di dalam kesendirian sudah biasa saya jalani. Mungkin karena saya dibesarkan dari keluarga biasa serta dilengkapi oleh tidak adanya saudara kandung yang menjadikan saya terbiasa di dalam kesendirian, meskipun saya tidak bisa katakan bahwa saya tidak memiliki saudara sepupu, justru banyak sekali, tetapi memang ada rasa yang berbeda yang saya alami, meskipun saya juga tidak bisa bilang saya hidup mandiri ketika bersama dengan kedua orang tua.

Kemudian saya tarik ke garis kehidupan sosial pada masa ini, yaitu ketika media sosial berseliweran di dunia maya maupun juga menjadi bahan pembicaraan di dunia nyata mulai dari media untuk chatting, media untuk sharing foto, media untuk sharing status sampai media untuk sharing video yang katanya semua itu untuk membentuk sebuah personal branding yang saya tidak peduli oleh itu semua dan mungkin dapat dianggap gila bagi orang orang berada di dalam lingkaran media tersebut, ya monggo saja, mau gila mau alien semau-mau mu.

Keterbalikan dari perilaku keterasingan yang biasa saya jalani saya justru senang berkomunitas dan suka untuk bertemu dengan orang orang dalam berdiskusi sampai dengan bernggedabrus, di kota malang ini saya sudah lama ikut nimbrung dengan komunitas blogger kota malang alias bloggerngalam yang saat ini sedang mengalami reorganisasi dan regenerasi dalam komunitasnya dengan secara giat mengadakan kopdar alias meetup di beberapa lokasi random di kota malang.

Meski ketika berada ki kalangan sosialita atau kaum ningrat sekalipun terkadang saya tetap membawa sedikit perilaku untuk terasing dari media media sosial secara general seperti path, instagram sampai flock atau apalah itu yang awalnya saya pikir merupakan sebuah platform browser sejenis mozila firefox atau sebangsanya.

Saya pikir cukuplah dengan sebuah tulisan yang saya terbitkan ataupun tidak saya terbitkan dan saya simpan di media pribadi saya, tidak perlu saya sharing foto atau bahkan membuat video pribadi, tetapi untuk sekarang dan kedepannya saya mulai berpikir untuk menghindar dari dunia maya, lalu kemudian mencoba mendito dengan menyepi untuk tetap belajar segala ciptaan tuhan yang maha kuasa. Bahkan saya sempat punya cita cita untuk menutup akun facebook dan segala macam media lain seperti twitter sampai google plus ketika nanti saya sudah berkeluarga.

Entalah tapi yang jelas inilah jalan yang saya pilih diluar dari keglamoran dunia dan kegemerlapan dunia selebritis seleb atau apalah itu. Jalan sunyi yang saya pilih akan mengakibatkan resiko resiko yang saya siap untuk menerimanya di dalam keterasingan dunia yang sebenarnya hanya saya letakkan di dalam genggam tanpa perlu merasuk di dalam pikiran dan hati.

Rabu, 16 Maret 2016

Menjadi Orang Biasa

Bukan bermaksud untuk sombong, tapi congkak hahaha....

Eh, maaf saya kesusupan, jadi saya ingin edikit cerita ketika itu negara api menyerang, eh gak, ketika itu jaman masih kuliah, ikut berbagai kegiatan dan bertambah semester sehingga diameter tinggi dan luas kepala bertambah sehingga orang menyebut besar kepala.

Ketika itu masih menjadi orang penting, ketika itu masih dibutuhkan di beberapa tempat, dan ketika itu juga masih dikenal dimana-mana, dan juga masih pintar, ya sempat sih merasa mirip artis sampai pada puncak keterkenalan dan akhirnya saya mengalam perputaran roda yang mungkin sekarang ini sedang ada pada derajat mendekati 180 derajat dan sedang tidak tahu apakah rodanya ban nya bocor atau gimana.

Disamping itu semua ada beberapa hal yang saya rasa juga mengena di hati, ya itu lah selama masa smp - sma hanya ada beberapa orang terdekat yang tingkat pengetahuan antar satu dan yang lainnya saya katakan mencapai batas tertinggi di yaitu di level 80 % kami saling mengenal. Saya kategorikan pengetahuan mengenai diri saya mulai 50 - 90 % dimana kategori 50 - 60 % yang saling mengenal ada banyak sekali, di kategori 60 - 70 % yang mengenal diri saya saya kategorikan teman biasa, kemudian di angka 70 - 80 % ini merupakan teman dekat dan ini hanya beberapa yang tahu persis akan diri saya dan hanya beberapa orang yang tahu, lanjut ke level 80 - 90 % ini adalah bojo (bakale rek !) dan terakhir yang 100 % tahu diri saya adalah tuhan.

Akhirnya sekarang, kembali ke bab roda, ada waktunya di atas, ada waktunya di bawah ada waktunya muter dan ada waktunya rodanya bocor dan diam, bahwa itu baik dan buruk itu sesuatu yang sangat sulit untuk diidentifikasi tetapi yang jelas selalu ada pelajaran di setiap kejadian, dan sangat banyak ilmu yang di dapat jika anda mau mencari ilmu dari suatu kejadian tersebut.

Terakhir, sekarang sudah tidak seperti dulu, banyak hal hal yang terkadang saya sudah tidak bisa atasi seperti dahulu, juga karena tantangan zaman seperti pada buku megatrend 2000 dan terlebih generasi yang berbeda membuat jarak semakin lebar.

Terakhir lagi, sebagai orang biasa saya mungkin membayangkan seorang superhero yang kehilangan kekuatan, akan tetapi kekuatan terbesar memang bukan berasal dari yang lain lain, melainkan dari diri sendiri yang dipinjamkan oleh tuhan yang diberi nama sulthon.

Terakhir yang paling akhir, hidup masih panjang, masih banyak yang bisa dilakukan dan masih banyak, saya sedang membuka gerbang dan terus belajar kepada universitas yang paling universe yang kesemuanya saling bersifat komprehensif dan terkait antar satu dan yang lain, tidak lebih hanya untuk bersaksi bahwa manusia hanyalah sebuah debu di atas padang pasir di dalam keleluasaan dunia, bintang, planet dan galaksi yang sungguh tidak akan pernah bisa terjangkau ke maha luasan nya ke maha megahannya, dan tugasnya hanya saling berbuat baik antar debu yang akan hiang terkena ombah yang menggulung di pantai menuju lautan lepas sampai ke samudra. 

Sabtu, 15 Agustus 2015

Moment Moment Wisuda Part II

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang moment wisuda, ada perasaan perasaan yang terjadi setiap setelah moment wisuda berlangsung. terlebih ada momen ketika berpisah dengan sesama rekan yang dahulu menjalani aktifitas baik di dalam atau diluar kampus secara bersama sama.

Saya kembali ke cerita pribadi tentang perjalanan saya setelah melewati masa remaja menuju ke arah dewasa. Mungkin cerita ini sudah sering saya tulis pada tulisan tulisan yang lain, setelah menjalani ritual kegembiraan sesaat pada waktu sma (yang diceritakan pada part I), kini saya dibibimbing untuk melakukan perjalanan secara mandiri, terpisah dari kelompok kecil yang saya ikuti.

Disinilah mental dan karakter saya dibentuk, sejak bergabung dengan satu satunya universitas islam negeri di kota malang, awal pembentukan kepribadian saya adalah melalui komunitas kecil yang bernama uinbuntu yakni sebuah komunitas yang mempelajari tentang dunia IT khususnya Linux, di komunitas inilah saya bertemu dengan orang orang hebat, yang orang sekarang menyebutnya mentor di bidang organisasi komunitas di dalam kampus.

Dari komunitas tersebut mulailah perjalanan panjang saya di dunia IT sampai akhirnya saya menjalani akhir masa studi di kampus tersebut yang seakhir-akhirnya.

Perjalanan yang sangat panjang membuat saya menemukan berbagai tipe personal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya dan pastinya sangat jarang pengalaman pengalaman seperti ini saya dapatkan jika saya mengikuti jalur yang lurus lurus saja.

Pada perjalanan tersebut saya menemukan beberapa rekan yang saya anggap turut memberikan kontribusi terhadap apa yang saya bangun pada saat masa studi dan sampai akhirnya beberapa personal tersebut dipertemukan dan dipisahkan oleh tuhan, entah sampai kapan lagi kami dapat berkumpul merumuskan dan berjuang seperti dahulu lagi, momen tersebutlah yang selalu dapat dijadikan kenangan serta introspeksi diri bahwa sebenarnya manusia adalah mahluk yang lemah yang tidak bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan dari orang lain.

Dan akhir momen itupun tiba yakni pada saat yudisium, sebagai tanda berakhirnya masa studi selama beberapa tahun di kampus tempat saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya, jika bukan karena saya menjalanai takdir yang disiapkan oleh tuhan maka pengalaman tersebut bisa saja tidak saya dapatkan, karena pada awalnya saya sangat menganggap remeh tempat dimana saya mendapatkan sebuah gelar Strata I - S.Kom.

Yudisium Rabu 5 Agustus 2015

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, ya..., ditempat inilah saya menemukan berbagai macam karakter, selama masa studi saya, dan setelah saya mendapatkan pengalaman ciri khas mahasiswa di setiap kampus, saya memperoleh kesimpulan bahwa ada sebuah ciri khas yang dimiliki oleh mahasiswa di kampus ini khususnya jurusan dimana saya bernaung yaitu ciri ciri personal yang tahan banting yang jarang dimiliki oleh mahasiswa kampus lain yang ada di kota malang selama yang saya tahu, saya berani taruhan dalam hal tahan banting, karena memang kondisi pendidikan di tahun tahun yang saya alami, lebih mengutamakan materialisme daripada hakikat pendidikan itu sendiri.

Kembali ke momen wisuda, kali ini saya rasakan sedikit membebani daripada wisuda yang saya lakukan sebelumnya karena semua yang telah saya bangun sebelumnya nampak hancur seiring dengan hancurnya gelar mahasiswa yang saya miliki, tapi entahlah setiap orang memiliki jalan masing masing, setiap orang memiliki cerita masing masing, setiap kehancuran diperlukan, jika kamu ingin makan nasi maka kamu harus merelakan beras untuk hancur menjadi nasi dan seterusnya.

Tapi sisi positifnya saya memperoleh banyak pengalaman, sehingga di masa depan saya lebih siap dan lebih matang ketika menghadapi persoalan yang serupa, saya tidak tahu seperti apa jalan yang akan saya tempuh selepas kehancuran status mahasiswa saya, semua rencana seakan hancur bersamaan dengan kehancuran diri pribadi.

Sekali lagi saya katakan tidak mudah untuk hancur dikala kita sedang ada di zona nyaman, tapi memang itulah kenyataan, kehancuran bersifat seperti kematian siap tidak siap pasti semua akan menghadapinya, tinggal menata mental untuk berhadapan dengan kondisi tersebut. 

Satu hal yang saya pelajari bahwa tidak tahu itu penting, dan memang ada hal yang boleh kita tahu dan ada juga yang seharusnya kita tidak perlu tahu, ya... begitulah... seperti yang saya tulis di status pada salah satu Sosial Media, Biarlah Tuhan Ynag Mengatur Pertemuan dan Perpisahan Kita.

Jumat, 14 Agustus 2015

Moment Moment Wisuda Part I

Haduh, masa masa seperti inilah yang sebenarnya membuat hati berkecamuk, banyak perasaan yang tercampur. ok selengkapnya mari kita dengarkan cerita dari burung galileo, alkisah pada suatu masa di dalam hutan yang luas, terdapat raja hutan yang sedang termenung..., eh kok malah geje gini jadinya, okelah fokus..fokus...

Sebelumnya kita flashback dulu ke tahun 2008. Berawal ketika saya masih belum tahu apa apa tentang dunia ini, yakni pada masa sma. Sedikit cerita singkat pada waktu itu saya disibukkan dengan dengan yang namanya permainan video games baik offline games samapi dengan online games serta masih belum tahu kedepan akan menjadi apa.

Singkat kata ketika itu saya merasakan yang namanya "wisuda" yang diselenggarakan oleh SMA, tempat saya belajar yang sebenarnya saya kurang serius pada saat belajar di lembaga tersebut karena beberapa faktor yang mungkin akan saya ceritakan pada tulisan lain.

Nah pada moment wisuda tersebut saya merasakan apa yang disebut dengan berpisah dengan rekan rekan sepermainan, teman bangku sebelah dan bangku depan maupun belakang, teman nongkrong bareng, teman yang saya jerumuskan kedalam lobang permainan video games :D, juga teman teman sekelas yang pernah menguji mental saya di depan umum.

Yang paling berkesan adalah teman sepermainan, kalau istilah anak sekarang satu geng, merekalah yang dahulu saya jerumuskan dalam jalan yang sesat :D. Teringat saat kami bertemu kembali beberapa minggu yang lalu, kami membicarakan hal hal konyol yang terjadi pada masa sekolah.


Rekan Satu Gang Selama SMA (Ridho, Taufik, Nugroho, Oni, Yudha) ; Dok. 2008

Singkat cerita, setelah wisuda saya sengaja berpencar dengan teman teman ini, dan lost contact selama beberapa tahun, sampai akhirnya kami bertemu kembali pada tahun tahun belakangan ini (Sekitar Tahun 2014 & 2015), dengan sedikit perubahan fisik tetapi saya yakin banyak perubahan pemikiran yang terjadi disadari ataupun tidak, meskipun saya tidak tahu apakah mereka melihat dengan sudut pandangan sama seperti yang saya gunakan, tapi yang pasti kami tetap rukun ketika beramah tamah satu sama lain, dengan mengkondisikan beberapa kebiasaan kebiasaan lama seperti saat kami berposisi sebagai seorang pelajar.

Moment wisuda adalah suatu keadaan dimana seseorang mencari dan menemukan jalan hidupnya, seperti pada saat dilahirkan, akan tetapi mereka sudah dibekali dengan pengalaman pengalaman yang mereka jalani selama masa studi.

Akan muncul pribadi pribadi baru, dan disitu akan terlihat sebuah kesejatian dalam hidup, yakni keadaan dimana seseorang harus menjalani hidup secara mandiri.

Meskipun keadaan tersebut dapat terliminasi oleh beberapa faktor faktor, seperti faktor lingkungan, faktor tindakan kebiasaan yang dapat mempermudah seseorang untuk menemukan kesejatian yang sejati atau bahkan dapat menyulitkannya.

Gampangnya...ya... gimana ya....  ya... lanjut di part II saja lah...


Jumat, 03 Juli 2015

Sepenggal Kisah Di Pertengahan Tahun 2015

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, karena saya telah menyelesaikan salah satu beban yang beberapa tahun ini mengganjal di kehidupan saya dan juga karena bertemu dan berlajar hal hal baru yang merupakan jawaban dari sekian dari ribuan soal yang selama ini saya hadapi.

Pengalaman bahan bacaan saya yang pertama, yaitu dari salah satu situs yang akhir akhir ini usernya sangat gemar menebar tulisan motivasi, dan saya belajar hal hal baru melalui situs ini. Isinya mengenai cerita tentang hal hal yang dilakukan oleh pahlawan super dan bagaimana cara agar kita bisa "minimal" mencontoh kunci kunci mengenai kepribadian dan hal lain yang bisa dipelajari.

Satu poin yang mengena di dalam benak saya adalah satu paragraf berikut  :

Menjadi superhero bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, ketiga prinsip ini tidak boleh dilanggar.
Prinsip pertama adalah "Dream Big", atau berimpian besar. Saat kita masih kanak-kanak, kita mempunyai impian yang sangat besar. Beberapa dari kita mungkin berimpian menjadi dokter, astronot, atau bahkan menjadi superhero seperti superman. Saat kita beranjak dewasa, tingkat logika berpikir kita meningkat, nalar kita berjalan, dan realita menjadi fokus utama. Beranjak dewasa membuat impian kita mengecil sampai kita membunuh impian kita sendiri.
Kita mulai dihadapkan dengan dilema, antara mengambil resiko atau bertahan di zona aman kita. Kita semakin terbiasa dengan zona aman kita, sehingga kita lupa bahwa masih ada sesuatau yang harus kita gali dan jelajahi lebih dalam lagi di dunia luar. Mari kita bahas tentang zona aman. Zona aman adalah ketika kita merasa terbiasa dengan sesuatu sehingga tidak mau keluar darinya walaupun sebenarnya zona itu sudah tidak sesuai dengan keadaan kita.
Seperti pada waktu kita masih di SMP atau di SMA. Saat kita mulai memasuki SMP, kita masih ragu-ragu untuk bersosialisasi, namun keadaan kita memaksa kita untuk berhubungan dengan orang lain walaupun itu susah. Kelas 1 SMP, kita masih membawa kebiasaan SD kita, yaitu bermain seperti anak kecil, namun kita juga menyesuaikan kebiasaan anak SMP. Kelas 2 SMP, kita menjadi anak yang sudah terbiasa dengan kehidupan SMP.
Di tingkat ini, kita menjadi nyaman tapi belum sangat nyaman, karena masih ada senior kita, yaitu kelas 3 SMP yang notabene masih menjadi raja di SMP. Kelas 3 SMP, kita menjadi rajanya SMP, seniornya senior, tingkat kesombongan memuncak, sampai kita mendengar tentang sekolah dengan tingkatan yang lebih tinggi yaitu SMA.
Selalu ada zona aman, namun kita dituntut untuk beradaptasi dengan zona lain yang lebih tinggi daripada zona aman kita. Seperti anak SMP tadi, zona aman kita akan selalu kita tinggalkan menuju zona yang lebih tinggi. Selalu ada resiko yang harus dihadapai untuk mencapai dunia baru kita. Kehilangan teman, kehilangan kebiasaan, kehilangan pangkat kita sebagai seorang senior. Sungguh bencana yang besar bagi remaja yang ingin menguasai dunia.
Namun, setelah kita mencoba dunia SMA, seperti terjadi pengulangan sejarah. Kita mencoba beradaptasi lagi, menjadi nyaman lagi dengan dunia baru kita, lalu kita menjadi seniornya senior di SMA. Dan yang paling aneh lagi, bahwa kita harus meninggalkan zona aman untuk yang kesekian kali.
Sejarah terulang dengan pasti, apabila kita sanggup untuk lebih fleksibel untuk beradaptasi, semuanya menjadi lebih mudah. Dengan resiko yang bertambah, kepintaran kita bertambah, daya tahan kita bertambah, ilmu pengetahuan kita bertambah, dan pengalaman kita bertambah.
Begitu pula dengan impian kita. Kita dulu memimpikan yang besar, ingin ini dan ingin itu. Namun setelah pencapain kita yang telah kita lakukan dengan pengorbanan, tidak malukah kita dengan diri kita yang kecil dulu?
Kita sebenarnya tidak perlu mengecilkan mimpi, kita hanya perlu untuk merasionalkan mimpi dan menyerahkan sisa ketidak-mungkinan mimpi kepada Tuhan. Mengapa selalu ada ketidak-mungkinan dalam mimpi? Karena mimpi itu memang harusnya tidak rasional, mimpi seharusnya tidak senyata kenyataan.
Siapa mengira kalau manusia bisa pergi ke bulan? Siapa sangka manusia dapat menyeberangi lautan dengan besi? Siapa sangka manusia dapat terbang? Semua itu hanyalah mimpi pada awalnya. Mimpi yang mungkin akan ditertawakan oleh orang lain.
Namun mereka yang bermimpi pergi ke bulan, tidak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi itu. Kalau mereka menyerah, ada dua kemungkinan yang terjadi: kemungkinan pertama adalah tidak ada manusia yang lain yang akan pergi ke bulan atau ada manusia yang lain, tapi bukan dia, yang bisa pergi ke bulan.

Yang mengena bagi saya adalah mengenai zona aman ini, yah mungkin karena kegalauan mengenai masa depan yang akan saya hadapi karena saya sudah membuka pintu untuk melangkah menuju ke dunia kehidupan, dimana ilmunya anda harus mencari sendiri entah melalui organisasi, pengajian, maupun teks book atau pengalaman empirismu itu sendiri.

Kalimat zona aman memang sudah saya kenal cukup lama, namun baru tahu maksud dari frasa tersebut yang sangat sulit untuk dijelaskan jika anda tidak mengalami sendiri.

Kembali ke pengalaman empiris beberapa waktu ini mengenai phobia dengan masa depan. Saya belakangan ini sedang menikmati kembali anime ( kata orang kartun ) log horizon. Yang saya ambil adalah bagaimana ketika shiroe / tokoh utama sebagai ahli strategi yang memimpin / mengarahkan beberapa pasukan sekutu pada konfrensi meja bundarnya, pastinya ada konflik di dalamnya.

Dari salah satu cuplikan episode saya menemukan kisah ketika shiroe harus mengumpulkan uang dan harus meminta bantuan kepada seorang akuntan master alias magister / S2.

Dari situ mulai timbul bayang bayang dan kata kata seandainya. Sampai pada suatu malam saya didatangi oleh seorang teman yang sengaja atau tidak sengaja membahas sesuatu yang menjadi jawaban dari salah satu kegalauan saya tetang masa depan.

Satu status di media sosial yang pernah saya tulis adalah mengenai otak manusia yang didesain untuk memikirkan / merenungi masa lalu agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang sama tetapi tidak diciptakan untuk memikirkan masa depan. 

Awalnya saya pesimis tentang masa lalu, masa lalu yang saya anggap hanya kegagalan sseseorang, tapi ternyata tidak seperti itu, karena masa lalu bukan hanya dimana anda gagal, tapi bagaimana anda melakukan pencapaian terbesar anda, serta pola pola dan rencana rencana yang diberikan oleh tuhan sehingga anda dapat lebih waspada, karena masa lalu bukan hanya pesimisme tapi merupakan optimisme juga.

Karena sudah malam, dan tulisan ini sangat panjang, maka segini dulu saja, nanti kapan kapan disambung lagi.

Rabu, 01 Juli 2015

25 が来ました

25 years has passed, many experience, many event occur, many memories passes, it's so many things that can't be explained only with word. Today God granted the best gift ever, which can make a big impact later in my life, where my study in university ends wether i want it or not.

Another time in my life story, where i meet acquaintance that makes me think twice about this tiny world, where every part of this world feels so small even a thousand miles away. 

I am so glad to help some friend to solve his problem, i learn that every litlle kindess that come from the deeper heart and sincere, can make an impact in our life in the future. That every act in your life should have a match despite it's good or bad.

These year also make me realize that time to find my soulmate has arrived, and that though has been flying through in my head recently.

And finaly i can see clearly what is going to come in the future with something that i could do, i hope this is the best way that i can do with my future....  Not to mention to expressing gratitude to god that has give me precious life experience and life and everyting else during these years.

Rabu, 27 Mei 2015

Sepenggal Kisah Di Akhir Mei

Ada sebuah cerita dari penngalaman yang saya alami beberapa hari ini, tidak tahu kenapa, mungkin sudah jalan dari tuhan, saya dipertemukan dengan beberapa orang yang mempunyai pandangan spesial, yaitu mengenai pandangan tentang ketuhanan, dengan orang pertama kami membahas makna dibalik surah alr rahman, mengenai jumlah ayatnya yang sebanyak 78, jumlah kata which of your god you will deny, yaitu sebanyak 31 ayat dan dimulai dari ayat 13, dan kami berdiskusi mengenai otak atik dari kedua hubungan itu, salah satunya adalah kesimpulan adanya perjalanan mikro kosmos dan makro kosmos yang terjadi pada sepertiga malam yakni antara jam 1 sampai jam 3 pagi, yang merupakan waktu dimana manusia sangat nyeyak dalam tidurnya.

Adalagi hal yang kami bahas mengenai hubungan antara tubuh dan makanan yang kita makan, salah satunya adalah timbulnya sifat kebinatangan jika kita terlalu banyak mengkonsumsi bagian dari binatang tersebut, jadi semacam hukum keterkaitan, ex : kambing yang akan menimbulkan sifat susah diatur. Selain itu kami juga membahas mengenai mata batin yaitu ketika sebuah televisi dinyalakan sebenarnya benda tersebut iu mati dan ketika tv itu dimatikan sebenarnya layarnya hidup (masih bingung ini). Disamping hal yang bersifat fitrah kami juga bercerita mengenai beberapa pengalaman masa silam ketika beliau bekerja di salah satu bursa efek di indonesia yakni mengenai pengalaman berada di kota singapura, bagaimana membaca rumor rumor mengenai saham di sebuah gedung / hotel, bagaimana bertemu dengan orang sedaerah ketika makan di kafe dan bagaimana membayar tagihan ketika salah mengambil tindakan. Dan satu hal yang dapat saya petik adalah pelajaran mengenai eksta puding (ben bingung sing moco).

Pengalaman selanjutnya yaitu ketika sore hari, saya bertemu beberapa teman seperjuangan yang sedang mengalami nasib yang sama, ketika menjelang malam tidak tahu kenapa saya ingin berbuat baik dengan mengantar salah satu teman ini sampai kekost nya,niat awalnya adalah ngobrol santai sambil ngopi :), kami ngobrol mengenai pengalaman selama beberapa tahun ini, sampai akhirnya kami mengobrol tentang ke fitrah-an.

Fitrah manusia disini yaitu bahwa manusia memiliki nafsu, akal dan hati / qolbu, dimana yang terpenting adalah qolbu kita, karena tuhan tidak membutuhkan orang yang pintar, melainkan orang yang memiliki tata krama dan sopan santun yang baik seperti nabi kita rasulullah muhammad.

Satu hal lainnya yang saya ambil yaitu adanya 3 sifat yaitu sifat adam, sifat muhammad dan sifat allah,dan ketiga hal tesebut semakin menguatkan saya kepada ketauhid an saya mengenai tuhan, serta mengenai perihal saat kita bercermin dan mengetahui siapa kita sebenarnya. Selain itu saya juga merasa semakin bersyukur bahwa saya dijadikan umat nya rasulullah muhammad karena ternyata kita diajari sopan santun mengenai untuk bagaimana mengenal sifat tuhan, sebagai tata krama layaknya orang bertamu.

Alhamdulillah segala puji bagi tuhan yang maha pencipta lagi maha penyayang yang mengarahkan manusia kepada jalan yang lurus, yakni jalan yang diridhoi oleh tuhan, harap diingat jika ingin allah ridho terhadap diri kita, kita harus ridho dulu mengenai hal yang diberikan oleh allah / tuhan.

Minggu, 01 Maret 2015

Eksperimen dan Pemrograman

Sebenarnya dulu saya pernah merasa dengan hal hal berhubungan dengan teknis dan pemrograman, namun setelah megalami beberapa masa, rupanya kegiatan tersebut mulai hilang dari kegiatan to - do list saya. Pada saat awal kuliah saya pernah ingin merasakan menjadi ahli di satu bidang tertentu yaitu networking dan computer security, lambat laun saya mulai belajar linux, belajar berorganisasi dan belajar menjadi event organizier, sampai pada puncak itulah salah satu pencapaian terbesar saya dalam menggarap event besar  di kota malang - jawa timur pada tahun 2012.

Saya sendiri sebenarnya masih mempuanyai hasrat di bidang pemrograman, namun apa daya dengan munculnya beberapa kondisi, sehingga saya tidak berani untuk bereksperimen di dalam keseharian. Oleh karena itu saya harus menyelesaikan apa yang tertunda untuk mencapai salah satu tujuan saya dalam mendalami program studi bidang komputer.

Pada bulan ini saya akam berjuang untuk menyelesaikan apa yang saya mulai, semoga Tuhan mengijinkan dalam penyelesaian tugas yang pernah membuat keteteran dan membuat hidup tidak terorganisir. Ya, saya bisa dan saya yakin saya pasti bisa !!!.